Waspada Varian Baru Virus Corona Delta, Deni Ribowo Tegaskan Lampung Perlu Tempuh Langkah Ini

  • Whatsapp

LAMPUNG – Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Lampung Deni Ribowo, SE, menegaskan Lampung harus mewaspadai varian baru virus corona yang lebih berbahaya yakni virus corona B.1.617.2 atau Delta. Varian virus corona B.1.617.2 atau disebut juga varian Delta masuk dalam daftar variant of concern (VOC) atau daftar varian virus corona yang perlu diwaspadai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung itu, yang perlu menjadi perhatian, varian baru virus corona Delta ini disebutkan juga telah menyebar di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan sudah masuk ke wilayah Pulau Sumatera tepatnya di Sumatera Selatan.

Sebelumnyam merujuk pernyataan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan ada 32 kasus infeksi virus corona varian B.1.617.2 atau delta di Indonesia. Daftar wilayah yang terdeteksi adanya kasus varian baru virus corona Delta diantaranya DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

“Lampung harus mewaspadai varian baru Virus Corona Delta ini. Sebab ini selain sudah masuk di beberapa wilayah di Indonesia seperti Kudus, Jawa Tengah, juga sudah masuk Sumatera Selatan. Nah bagaimana Lampung bisa mengantisipasinya, ada dua hal. Yakni mengoptimalkan 6M dan 3 T. Pertama menguatkan lagi 6 M. Jadi selain menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, mengurangi kerumunan, juga ada penambahan melakukan vaksinasi. Itu yang dilakukan di masyarakat dan itu bisa mencegah tertular dari virus ini,” kata seperti dilansir dari radarcom.id, Selasa (15/6).

Dilanjutkan Deni, selain 6 M, juga diharapkan dikuatkan lagi 3T oleh pemerintah daerah yakni testing, tracing dan treatment secara cepat, tepat dan murah. “Ada Labkes yang melakukan tes PCR dengan harga yang mencapai Rp 600 ribu. Sedangkan yang swasta antara Rp 600 ribu hingga Rp 1,7 juta-an. Sedangkan di Lampung ada delapan Lab PCR lainnya. Virus dari India ini sangat cepat menyebar. Maka pemerintah diharapkan bisa melaksanakan testing dengan cepat, tepat dan murah. Saya mendorong bagaimana pemprov Lampung melalui Dinkes bisa memberikan rekomendasi ke RS dan laboratorium di Lampung untuk melakukan bisa swab mandiri sesuai dengan persyaratan. Sehingga pilihan masyarakat lebih banyak untuk swab PCR. Sekarang ini banyak yang terpapar dengan swab antigen dan melakukan isolasi mandiri. Ini yang menjadi perhatian pemerintah,” terangnya.

Jika banyak tempat swab yang bisa digunakan masyarakat, Deni menilai juga tidak akan ada simpang siur data. Sebab, semua data yang sudah  terinfeksi maka akan terintegrasi dengan data dari pusat. “Saya berharap Lampung bisa melawan varian virus baru ini,” pungkasnya. (rls)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *